Rabu, 05 Februari 2014

Perbedaan Yang Aku Syukuri




Hari yang melelahkan,..aku duduk diruang tengah bersama ibuku,..ibuku bercerita tentang buku yang dibelinya,..yaitu buku Ayat-ayat Setan,..istilah kerennya,..ibuku membedah buku Ayat-ayat setan,..saat aku menoleh kearah TV,..ibu ku bilang “memang benar ye asal ibu lihat telinga kau tika,..memang kayak lafas Allah”,..hem perkataan ibu mengingatkanku pada masa-masa aku waktu anak-anak dulu,..hihihi
Saat itu,…
Aku masih ingat saat aku masih duduk dibangku SD,..Entah kapan dan kelas berapa, aku masih ingat saat mereka mengejekku,.. hampir setiap hari aku berkaca dan menangis,..aku menyesali keadaan fisikku yang berbeda dari yang lain,..aku bertanya kepada ibu ku,..”bu kenapa telinga tika beda sebelah bu?”,..yang kiri normal yang kanan kenapa kayak telinga marmut,..hem telinga marmut itu julukan temanku saat itu,..ibu ku hanya bilang kalau telingaku bagus,..
Karena malu,..setiap aku pergi sekolah,..selalu ku tutup telingaku dengan rambutku,..walaupun saat itu aku masih anak-anak,..tapi aku sangat malu jika melihat telingaku yang berbeda dari teman-temanku,..
Rasa malu itu tak kunjung berhenti,..rasa malu itu berlanjut pada saat aku SMP,..saat SMP rambutku selalu ku urai,..aku malu jika telingaku yang berbeda ini dilihat teman-teman ku,..akupun bertanya lagi kepada ibu ku,.. “bu telinga tika ngapa bisa beda antara kiri dan kanan, malu tika”,..ibu ku pun menjelaskan,.. “waktu bayi sudah kayak gini,..ibu kasi kapas sampai umur tika 1 tahun,..tapi tetap dak bisa,..syukuri aja,..ini kan ciptaan Allah”,.. “tapi tika malu bu,..telinga yang lain normal,..ngape tika harus punye telinga cacat,..Allah tak adil”,..aku pun menangis,…mungkin bagi orang lain aku terlalu lebay saat itu,..tapi begitulah aku,..dari SD sampai SMP harus menanggung malu karena telingaku berbeda,..
Akhirnya aku sampai ke tingkat SMA,..entah kebetulan atau tidak,..aku tak sengaja menampakkan telingaku pada temanku,..dan dia berkata “telinga kamu kok aneh sa?”,.. “iya memang beda”,..coba kau tidur sa,ih aneh telinga kanan kau sa,..tapi kalau kau tidur aku lihat-lihat kayak lafas Allah”,.. aku pun terkejut,.. “iye k”,..saat pulang dari rumah temanku,..aku langsung menghampiri ibu ku,.. “ bu,..cobe ibu lihat teliga tika!” akupun menyongakkan kepala ,.. “emang ngape”,.. “kate teman tika kayak lafas Allah,..iye k bu”,..ibu ku lama memperhatikan,..dan satu kata yang membuatku gembira,.. ibu ku berkata “iya”,..aku pun pergi ke kamar dan melihat sendiri ke kaca,.. “kok bisa ya,..telinga yang sudah membuatku malu adalah telinga yang berbentuk lafas Allah”,.. aku pun heran,..kok bisa ditelinga kanan??,..sedangkan telinga kiriku normal,.. Maha Suci Allah atas segala ciptaan-Nya,..sejak saat itu,..aku tak malu memiliki telinga yang jauh berbeda dengan teling teman-temanku yang normal,..


Kamis, 05 September 2013

Ketika Aku dituntun untuk Berjilbab



Aku hanyalah seorang wanita lulusan SMA yang menyambung pendidikan di tingkat perguruan tinggi. STKIP PGRI Pontinak adalah sasaran kedua setelah aku tidak lulus di UNTAN. Di STKIP aku mengambil jurusan Matematika. Pada awal perkuliahan aku enggan menggunakan jilbab, walaupun saat tes wawancara aku disuruh oleh dosen untuk menggunakan jilbab. Bagiku jilbab akan menghalangiku terlihat cantik dan indah, karena aku merasa rambutku adalah mahkota yang wajib aku pamerkan, Astafirullah. Tiga bulan duduk dibangku kuliah aku mulai memberanikan diri menggunakan jilbab, yah jilbab yang biasa dan jilbabnya tidak menutupi dadaku. Yah jujur itu terpaksa karena aku sudah terlanjur janji sama dosen itu.
Aku juga punya pacar, yah bisa dibilang aku sayang sama pacarku, yah sayang-sayang gitulah. Kalau urusan solat aku paling malas, pokoknya hal yang berbau agama aku tidak suka karena aku tak tahu agama, yang aku tahu hanyalah “AKU ISLAM”,.. mengaji??? Kalau diingat-ingat udah hampir 2 tahun aku tak pernah menyentuh Al-Qur’an.
Bulanpun terus berganti, tak terasa sudah semester 3. Nah disemester ini aku sudah mulai belajar agama dengan mengikuti liqo’ yang ada di Kampus, tapi cuma ikut-ikutan jak. Dimulai dari sejak itu aku sudah sedikit demi sedikit memperbaiki solatku, yah setidaknya solat maghrib rutin aku lakukan yang lain masih belang-belang.
Di semester 4 aku mengenal seorang kakak, kakak LDK. Orangnya baik, badannya tinggi,jilbabnya lebar, cantik, kemana-mana membawa al-qur’an. Nah muncul keinginanku untuk membeli al-qur’an saku, dengan ditemani kemol aku pergi ke Gramedia. Aku beli al-qur’an yang berwarna hijau, karena aku suka warna hijauuu,. Solat udah diperbaiki, ngaji juga sudah mulai rutin dari hatiku muncul keinginan berjilbab panjang, karena kata kakak kalau udah tahu ilmunya tapi tidak dilakukan itu dosa. Akhirnya dengan hati yang mantap dan semua aku lakukan semata-mata hanya mengharapkan Ridho Allah aku pun berjilbab panjang dan menggunakan rok.
Semua yang kulakukan tak berjalan mulus, cobaan demi cobaan datang menghampiriku. Banyak yang tidak setuju dengan penampilanku,mereka bilang aku fanatik, mereka bilang aku sok alim, mereka bilang aku nanti tidak laku, belum lagi ibuku yang takut aku mengikuti aliran sesat, dan tidak hanya cobaan itu saja, pacarku mulai bertingkah dan terpaksa pada tahun 2012 pada bulan 8 aku memutuskan untuk putus. Yang menguatkanku adalah kakak-kakak ku,sahabatku Annisa (uni), Novri (kemol),titin (buntal), dan nanda.
Hampir setiap malam aku menangis, belum lagi cobaaan dipersahabatanku. Baru saat itulah aku merasakan terluka,sakit yang tak kunjung sembuh karena cobaan tak henti-hentinya menghampiriku. Kalau masalah percintaan,  aku masih belum bisa ikhlas. Rasa ingin pacaran lagi masih mengiang difikiranku tapi aku tetap bersikeras untuk tetap menahan rasa itu. Setiap aku sedih yang kuingat adalah perkataan kakakku yaitu Allah akan menguji kita dengan ujian yang sama karena kita belum lulus ujian itu. Ditambah lagi kehadiran seorang laki-laki yang baik padaku, tapi lagi-lagi sikit demi sedikit Allah menjauhkannya dariku. Sekarang aku sudah semester 7,.. sekarang aku tahu bahwa Allah sayang kepadaku, semoga hatiku diberi ketetapan untuk terus istiqomah.

percakapan ,..
si A : kw kok bisa pakek jilbab panjang?
si B : suka aja pakek jilbab panjang,..
si A : tapi jangan terlalu panjang, jangan terlalu fanatik,..
si B  : gimana ya?? Aku dah terbiasa kayak gini,..kalau ndak gini janggal,..
si A : berubah dah kw, dak kayak dulu,..
si B  : hahahaa,..dulu si aku luar biasa.
si A : tapi jangan terlalu, nanti ape kate orang
si B  : aku si ndak kyk gimana-gimana, kalau cara berpakaian ini dah jadi kebiasaan, dak bisa diubah. Biasa pakek jilbab pendek tapi dada tetap tertutup dan ndak berbayang,..
si A : kok bisa berubah sih sa,..heran aku,..
si B  : hehehe,..aku juga bingung ngapa bisa berubah,..kalau ingat-ingat masalalu akupun dak nyangka bisa jadi kayak gini,..
si A  : tapi jangan berlebihan, bagus si,..
si B  : aku si ikutkan kata hati dan Cuma peduli sama pandangan Allah,.

Kamis, 11 Juli 2013

SHOLAT (Otak Kiri di Bumi, Otak Kanan Menghadap Tuhan)


       Bagi kaum muslim, belajar  mengoptimalkan otak belah kanan akan sangat bermanfaat. Coba pikirkan mengapa sholat kadang terasa membosankan, susah khusyuk dan hanya sering merasa sebagai kewajiban? Tak ada kerinduan untuk melakukannya. Jauh dari kenikmatan. Kenapa ya? Tahukah anda ternyata kita selama ini terlalu terus mengandalkan dan melatih otak belahan kiri saja,..Cobalah kita lebih berdayakan kemampuan otak kanan.
Bagaimana cara menggunakan kemampuan otak kanan?
Imajinasikanlah kita berhadapan langsung dengan Allah ketika sholat,..bayangkanlah,..kalau Allah itu satu-satunya Tuhan yang patut disembah,..bukan harta,kedudukan atau lainnya,..Ketika sujud, sebagai waktu terbaik untuk berdoa, kita bisa mengimajinasikan berada sendirian menyembah Sang Pengabul Doa.
       Dalam Islam ada konsep ihsan yang hanya bisa dipakai orang yang bisa mengoptimalkan otak kanan. Apa itu ihsan? Beribadahlah seolah-olah kita melihat Allah. Jika belum bisa, bayangkan Allah pasti melihat ibadah kita. Kata membayangkan atau megimajinasikan adalah fungsinya otak kanan.
       Tapi jangan cuma otak kanan, karena tidak akan sukses orang yang tidak seimbang. Menurut Setiyo Purwanto, sholat merupakan penyatuan fungsi dari otak kanan dan otak kiri. Rukun sholat yang tertib dari mulai takbir hingga salam adalah pekerjaannya otak kiri sedangkan melesatnya otak ke langit ketujuh bertemu Allah adalah menggunakan otak kanan.
       Sholat seperti menjadi latihan bagi kaum muslim untuk menyatukan fungsi otak kiri dan kanan kita. Jika serius dan ikhlas mengerjakan sholat 5 kali sehari, maka tentu otak kanan dan kiri perlahan-lahan bisa seimbang. Sekali lagi otak kiri memenuhi Fiqh rukun syahnya sholat, sedangkan otak kanan meluncur ke Allah. Perpaduan ini akan menghasilkan power  luar biasa dalam diri kita.

Rabu, 10 Juli 2013

Ketika Berjilbab Itu Adalah Sebuah Pilihan,.



Pada tahun 2009 aku duduk dibangku kelas XII IPS 2, pada saat inilah aku mulai menggunakan jilbab. Tapi aku menggunakan jilbab hanya pada saat sekolah saja, jika diluar sekolah aku masih menggunakan pakaian yang terbuka. Bagiku saat itu jilbab hanyalah tutup kepala yang bisa dimainkan sesuka hati. Toh saat itu aku merasa memakai jilbab hanya untuk memenuhi janjiku kepada Allah (jika masih juara umum dan juara 1 aku akan berjilbab).
Ada hal yang lebih gila lagi yang aku lakukan terhadap jilbabku. Tahun 2010 saat pengumuman kelulusan, Alhamdulillah aku lulus. Ntah setan apa yang merasuki ku sehingga pada saat aku meluahkan kegembiraanku bersama teman-temanku, aku dengan bangganya melepas jilbab yang ku kenakan di depan semua orang yang berada disekitarku saat itu.
Aku melanjutkan pendidikanku di STKIP PGRI Pontianak. Aku telah membuka jilbabku, entah mengapa aku paling benci yang namanya berjilbab, banyak alasan yang ku utarakan  jika ada orang yang menanyakan mengapa aku tidak berjilbab?. Tanggal 18 Mei 2010 hari dimana aku mendaftar di STKIP, aku menjalani 2 tes yaitu tes tertulisdan tes wawancara. Tes yang paling berkesan adalah tes wawancara karena aku disuruh menggunakan jilbab lagi jika lulus di STKIP .
Kronologi kejadian tes wawancara
Pada hari itu aku menggunakan celana hitam, kemeja putik lengan pendek, dan rambut diikat satu tanpa poni. Namaku dipanggil!
“Esa Rizki pangestika” panggil ibu itu
akupun masuk dengan muka menunduk, dan tetap menjaga kesopananku. Akupun dipersilahkan duduk, aku duduk dengan perasaan yang bercampur aduk antara takut dan gugup.
“benar kamu yang difoto?” tanya ibu itu
“iya bu’, itu saya” jawabku gugup
“kok difoto ini kamu berjilbab, mengapa kamu lepas jilbabnya?”
“itu foto saya saat SMA bu’?”
Akupun mulai dites dengan berbagaimacam pertanyaan, dan sempat diceramahi kurang lebih selama 10 menit. Huft akhirnya selesai juga, akan tetapi sebelum aku beranjak dari tempat dudukku, ibu itu berkata.
“saya ingin, jika kamu lulus kamu harus menggunakan jilbab!”
“iya bu’.” Jawabku spotan
Akupun keluar dari ruangan itu, dan berjalan menuju pulang. Di perjalanan aku terus memikirkan perkataan ibu itu, aku berharap dalam hati semoga ibu itu bukan dosen matematika.
Setelah aku dikatakan lulus, aku mengikuti matrikulasi prodi matematika. Aku terkejut, ternyata ibu yang ku jumpai pada tes wawancara itu dosen matematika, namanya bu Fadilah. Dalam hati aku berkata (tamat riwayatku).
Karena aku telah lulus di STKIP, untuk memenuhi permintaan bu Fadilah, yah terpaksa dibulan ketiga aku kuliah, aku beranikan diri menggunakan jilbab. Tapi hanya pada saat kuliah aja aku pakek jilbab, kalau diluar tetap jilbabnya aku lepas.
Walaupun tingkahlaku dan pakaianku masih kurang baik tapi aku ikut mentoring loh (terpaksa karena WAJIB). Setelah mentoring aku ikut Liqo’,yah itu Cuma ikut-ikutan teman aja.
Tak terasa sudah semester 3, pada semester ini aku dipaksa ikut PDKT 1 disingkawang. Lagi-lagi terpaksa terpaksa terpaksa. Tapi Subhanallah setelah kegiatan itu aku berubah, walaupun masih sering membuka aurat akan tetapi tak separah dulu. Seminggu setelah kegiatan itu aku beranikan diri untuk kontinu menggunakan jilbab setiap hari, tapi sesekali sering juga ku buka,hihihihi.
Pada saat smester 4 aku nekat menggunakan jilbab panjang, aku berdiri didepan cermin. Aku menggunakan jilbab tebal panjang sambil bergumam didalam hati (ya Allah, Jika ini akan menjadi identitasku untuk hari nanti,aku ikhlas ya Allah.Bismillah), tidak bisa menahan perasaan sedih, akhirnya nangis deh. Aku ingin berterimakasih kepada kak Hanny,karena dia selalu membimbingku, dan membantuku dalam perubahan yang ku lakukan.
Semester 5 aku tetap menjaga jilbabku sampailah disemester  6, dan sekarang aku semester 7. Alhamdulillah sekarang aku bersyukur telah bisa menutup auratku dengan benar.



Rabu, 12 Juni 2013

Untukmu Teman



Tak terasa 3 tahun sudah kita bersama,..
tahun 2010 adalah awal baru yang mempertemukan kita,..
banyak wajah, banyak karakter, banyak keunikan masing-masing yang kita miliki,..

D pagi,..
adalah kelas dimana kita saling bertemu dan bercanda gurau,..
tapi tak dapat dipungkiri permusuhan seringkali mewarnai kelas kita,..
tiga tahun bersama membuat kita semakin akrab dan mengenal satu sama lain,..


tak dapat aku lupakan saat-saat terindah bersama kalian,..
berpisah dengan kalian adalah hal yang paling aku takuti,..
tapi aku harus  menyadari bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan,..
aku menyayangi kalian semua,..
waktu terlalu cepat berjalan,..
aku pasti akan merindukan kalian suatu hari nanti,..
ma’af jika selama ini esa sering membuat kalian jengkel dengan sikap dan perilaku serta perkataan esa,..
“Teman” sesuatu yang berharga bagiku,…

Lagu untuk persahabatan
By: THE RAIN
Hidup tak lagi terasa sepi
Malam pun tak lagi terasa sunyi
Ketika ada teman yang peduli
Dan mau untuk berbagi
Kesedihan pun berganti tawa
Kebimbangan pun terhapus sirna
Jikalau ada sahabat setia
Yang mampu sembuhkan luka
Tiada yang abadi di dunia
Tiada yang kekal selamanya
Coba dengarkan petuah dari mereka semua
Kita hidup di dunia hanya sementara
Dan takkan ada yang sanggup untuk tetap bertahan
Kecuali cinta dan persahabatan
Pastikan ada teman yang peduli
Dan mau untuk berbagi

Karena memang hidup kita
Akan menjadi lebih indah
Semua karena cinta dan persahabatan
^_^